
Batam – Sentinelpraja.com, Aktivitas pekerjaan di lahan yang disebut milik PT Federal Investindo di Batam kembali menjadi sorotan. Sebelumnya, kegiatan di lokasi tersebut sempat dihentikan oleh BP Batam. Kini, berdasarkan pantauan Mediabatam.id, pekerjaan kembali terlihat berlangsung.
Di lokasi masih terpasang satu papan yang menyatakan lahan tersebut berdasarkan SHGB Nomor 36202/Belian, diterbitkan Kantor Pertanahan Kota Batam pada 21 September 2021.
Namun, papan lain yang sehari sebelumnya memuat gambar rencana bangunan kini tidak terlihat. Begitu pula papan informasi PBG maupun alokasi lahan BP Batam tidak ditemukan di lokasi.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai dasar hukum aktivitas yang kembali berjalan. Apalagi, lahan tersebut memiliki riwayat persoalan alokasi dan sengketa pertanahan yang pernah melibatkan PT Federal Investindo dengan sejumlah pihak.
Saat awak media mencoba meminta konfirmasi di lokasi, petugas keamanan meminta tim meninggalkan area.
Hingga kini belum diperoleh penjelasan mengenai perizinan pekerjaan maupun alasan aktivitas kembali dilanjutkan.
Nama Bowie Yoenathan
Dalam penelusuran, nama Bowie Yoenathan tercatat sebagai Director Mega Mall Batam Centre dalam dokumen kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup Jepang dengan Batam/Yokohama pada 2017. Dokumen tersebut juga menyebut PT Federal Investindo sebagai pengelola Mega Mall Batam Centre.
Nama Bowie juga muncul dalam perkara pidana berbeda sebagai Direktur Utama PT Agrilindo Estate terkait perkara penguasaan kawasan hutan/lahan negara di Pulau Rempang.
Status terdakwa dalam perkara tersebut tidak dapat serta-merta dikaitkan dengan aktivitas PT Federal Investindo. Hubungan korporasi maupun kepemilikan kedua perusahaan masih perlu dibuktikan melalui dokumen resmi.
Kini, publik menunggu penjelasan BP Batam, Kantor Pertanahan Kota Batam dan Pemko Batam mengenai status SHGB 36202/Belian, dasar aktivitas pekerjaan, serta kelengkapan PBG dan dokumen pendukung lainnya.
Sentinelpraja.com masih mengupayakan konfirmasi kepada PT Federal Investindo dan instansi terkait.






