Waduk Nongsa Mengkhawatirkan, Debit Air Menyusut Drastis

Batam, Senitelpraja – Kondisi Waduk Nongsa kembali menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan di lapangan, permukaan air waduk terlihat menyusut cukup jauh sehingga menyisakan hamparan tanah berlumpur, retakan tanah serta vegetasi yang mulai tumbuh di area yang sebelumnya menjadi genangan.

Kondisi tersebut memperlihatkan tekanan terhadap ketersediaan air baku di Waduk Nongsa semakin nyata. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Data yang diberitakan pada Mei 2026 menunjukkan Waduk Nongsa menjadi salah satu waduk dengan penurunan muka air paling signifikan di Batam, mencapai sekitar 4 sentimeter per hari dalam kondisi saat itu.

Di sisi lain, kondisi kawasan hulu juga patut mendapat perhatian serius. Aktivitas pembukaan lahan, dugaan penambangan serta berkurangnya tutupan hutan di daerah tangkapan air berpotensi mengganggu fungsi kawasan resapan.
Dokumen lingkungan Kota Batam mencatat adanya lahan kritis pada daerah tangkapan air di Kecamatan Nongsa. Pemerintah daerah juga mencatat bahwa perubahan tata guna lahan dan berkurangnya kawasan hutan dapat memberikan tekanan terhadap fungsi resapan air.

Namun, dugaan bahwa aktivitas penambangan dan pengundulan hutan merupakan penyebab langsung menyusutnya debit Waduk Nongsa tetap perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan data hidrologi. Faktor curah hujan serta tingginya kebutuhan air juga menjadi faktor penting. BP Batam sebelumnya menyebut minimnya curah hujan dan meningkatnya kebutuhan air sebagai faktor penurunan cadangan air baku.

Kondisi ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Pengawasan kawasan hulu, pengendalian pembukaan lahan serta perlindungan daerah tangkapan air perlu diperketat agar waduk tidak terus kehilangan kemampuan menyimpan air.

Pertanyaannya kini: sejauh mana pengawasan terhadap kawasan hulu Waduk Nongsa dilakukan, dan apakah seluruh aktivitas pembukaan maupun pemanfaatan lahan di sekitar daerah tangkapan air telah memenuhi ketentuan yang berlaku?

Senitelpraja mendorong pihak terkait memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi terkini Waduk Nongsa, termasuk data debit, luas daerah tangkapan air yang terdampak serta langkah konkret untuk mencegah semakin kritisnya cadangan air baku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *