BATAM, sentinelpraja.com— Ancaman narkoba yang terus berkembang lintas negara mendorong Ultimate Friends Singapore bersama Ultimate Friends Indonesia memperkuat gerakan pencegahan berbasis edukasi di kalangan pelajar Kota Batam.
Kolaborasi regional tersebut diwujudkan melalui program advokasi anti-narkoba di SMP Negeri 16 Kota Batam dan SMP Negeri 44 Kota Batam. Sekitar 150 siswa SMP Negeri 16 dan 200 siswa SMP Negeri 44 mengikuti kegiatan yang dikemas secara interaktif melalui edukasi, diskusi serta permainan yang mendorong keberanian siswa menolak penyalahgunaan narkoba.
Program ini tidak sekadar mengenalkan bahaya narkoba, tetapi menempatkan pelajar sebagai kelompok yang harus memiliki kemampuan mengenali risiko sekaligus mengambil keputusan ketika berhadapan dengan tekanan lingkungan maupun teman sebaya.
Ancaman tersebut dinilai semakin kompleks seiring munculnya tren baru penyalahgunaan zat. Dalam kegiatan itu, para peserta diajak memahami bahaya metamfetamin, ketamin, serta penyalahgunaan vape dan rokok elektronik yang dikaitkan dengan zat tertentu, termasuk etomidate.

Ancaman Tak Lagi Mengenal Batas Negara
Perwakilan Ultimate Friends Singapore, Nur Azlinda, menyampaikan materi Preventive Drug Education (PDE) dengan menyoroti kesamaan tantangan yang dihadapi Singapura dan Batam dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, perkembangan pola penyalahgunaan zat membuat edukasi pencegahan tidak cukup hanya menyampaikan daftar jenis narkoba. Pelajar juga perlu dibekali keterampilan praktis untuk menghadapi tekanan teman sebaya dan berani mengatakan tidak.
Sementara itu, Mohd. Hairi membawa pendekatan berbeda dengan membagikan pengalaman hidup nyata mengenai dampak penyalahgunaan narkoba terhadap lingkungan pergaulan.
“Saya pernah melihat bagaimana narkoba menghancurkan masa depan teman-teman sebaya saya. Karena itu saya ingin berbagi agar kalian tidak mengalami hal yang sama,” ungkap Hairi di hadapan para siswa.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari pendekatan advokasi yang menggabungkan edukasi dengan pengalaman nyata, sehingga bahaya narkoba tidak hanya dipahami sebagai materi di ruang kelas, tetapi sebagai ancaman yang memiliki konsekuensi terhadap masa depan seseorang.
Sekolah Minta Edukasi Tidak Berhenti
Pihak sekolah mengapresiasi keterlibatan Ultimate Friends dalam memberikan pemahaman langsung kepada para siswa.
Salah seorang guru SMP Negeri 44 Batam mengatakan kegiatan tersebut membantu siswa memahami jenis, risiko dan cara menghindari narkoba.
“Kami berterima kasih kepada Ultimate Friends Singapura dan Indonesia yang sudah hadir. Anak-anak jadi lebih paham apa itu narkoba dan bagaimana cara menolak ajakan yang salah. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.
Dari Ultimate Friends Indonesia, Eko Istiyanto dan Alif Nur Idayat terlibat dalam koordinasi dengan pihak sekolah sekaligus mendukung rangkaian pelaksanaan program, termasuk sambutan pembukaan dan penutupan.
Keterlibatan kedua negara menjadi penanda bahwa persoalan narkoba di kawasan tidak dapat dipandang sebagai persoalan satu wilayah semata. Mobilitas manusia, perkembangan teknologi dan perubahan pola peredaran zat membuat upaya pencegahan membutuhkan kerja sama yang lebih luas.
Tahun Kedua, Digelar Berkala
Program regional Ultimate Friends tersebut memasuki tahun kedua dan dilaksanakan secara triwulanan. Konsistensi kegiatan menjadi penting karena pola dan jenis ancaman narkoba terus mengalami perubahan.
Batam sebagai wilayah strategis di kawasan perbatasan memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi potensi peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Karena itu, penguatan benteng pencegahan di tingkat pelajar dinilai menjadi salah satu langkah penting sebelum ancaman tersebut berkembang lebih jauh.
Kolaborasi Ultimate Friends Singapore dan Ultimate Friends Indonesia pada akhirnya membawa satu pesan: perang terhadap narkoba tidak cukup mengandalkan penindakan setelah kejahatan terjadi. Pencegahan harus dimulai dari pengetahuan, keberanian mengambil keputusan dan ketahanan generasi muda menghadapi tekanan lingkungan.
Satu kawasan, satu tanggung jawab bersama — Empowering Through Advocacy.

